CINTA itu milik siapa saja, semua orang berhak merasakannya. Tidak ada yang bisa dihakimi ketika semua sepakat atas nama cinta. Jika berbicara soal cinta, kasih dan sayang, semua pasti senang menyimaknya.
Cinta itu tak harus berhubungan dengan lawan jenis dan harus memiliki suatu keterikatan. Cinta itu bebas, dia bisa hinggap di mana saja, bersyukurlah ketika kita masih dijatuhi banyak cinta oleh Kehidupan.
Cinta itu juga unik, ketika kita sudah mengait. Tanpa perlu kita berbicara dan meminta sudah diberi. Sama seperti Allah. Tanpa kita minta Dia sudah memberikannya, karena Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan kita.
Dibalik sebuah cinta ada hal yang tidak bisa dipakai nalar. Semua pasti pernah mengalami tidak bisa memberikan alasan kenapa harus merasakan cinta kepada pasangannya.
Aku merasakan tangan-tangan ajaib Allah bekerja dalam hidupku dalam urusan ini. Bagaimana jatuh bangun kisah asmara yang tidak pernah mulus, tidak pernah jelas. Patah arang sudah, patah hati apalagi.
Karir perdana ku saat umur 12 tahun, aku diperkenalkan oleh cinta monyet. Bocah kecil gak ngerti apa-apa soal perasaan dan laki-laki tetiba mengikat dirinya dengan kata Pacaran. Aneh memang. Allah mulai mengajari ku merasakan pelbagai rasa, sedih, senang, sepi, marah dan sebagainya.
Beda orang berbeda karakternya, mengalami kesalahan, masuk kedalam kebodohan menjadi pembelajaran baru lagi. Aku menduganya kita selalu menjadi anak kecil bagi Allah. Habis ketika sudah diperingati tidak boleh, kita masih sering mencobanya kalau dilarang keinginannya makin keras. Ketika sudah merasakannya, kita baru jera.
Allah memberikan ku kesempatan Berlabuh ke lima hati. Dari tidak tahu mesti apa sampai tahu harus apa. Ketika sudah berhenti mencari. Aku diperkenalkan lagi kedunia baru. Tepat saat usiaku berganti dari angka satu ke dua.Seperti sebuah gerbang baru dibuka, lalu aku memasukinya.
Aku tak merasakan cinta seperti dulu yang menggebu. Aku tak tahu dipertemukan atau menemukannya, tapi kami sepakati bersama saja bahwa kami dipertemukan oleh Allah. Karena, segala prosesnya di permudah.
Kami sama-sama pernah punya cerita dan orang yang dicintai dimasa lalu, perjumpaan kami mungkin sudah bukan dibilang atas dasar cinta lagi. Sejak sebulan bertemu dan memutuskan setuju untuk dinikahi aku mencoba menelusuri hati, alasan paling awal bukan cinta, tapi aku merasa yakin dan nyaman berada disampingnya dan percaya.
Semua orang mungkin berbeda, menikah atas dasar cinta. Tapi cinta kami terus tumbuh setelah menikah, sehingga kami selalu merasakan dijatuhi cinta setiap hari, dihujani rindu yang tak pernah habis dan semua itu karena Allah, engkaulah yang Maha Agung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar