"Hiduplah tanah ku, Hiduplah negeriku, bangsaku rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya"
PAGI ini semua melangsungkan upacara penaikan Bendera Merah Putih ditiap daerahnya, baik langsung maupun melalui layar kaca. Lantunan nada Indonesia Raya terasa mengharubiru, mengingatkan aku pada kenangan sembilan tahun silam.
Dengan pakaian serba Putih dilengkapi penutup kepala dengan bros Garuda sebagai penghias. Aku merasa senang sekaligus gugup menghadapi hari besar yang sudah setahun lamanya dinanti. Enam bulan menjalani seleksi, hampir masuk ketahap Provinsi namun gagal akibar stamina yang kurang mumpuni.
Dari ratusan anak di Tangerang, aku kedapatan bertugas di Kota Tangerang mewakili Sekolah kami, SMK PGRI 1. Hampir tiga bulan digembleng dibawah terik matahari, membawa beban mungkin kurang lebih mencapai 5 kilo, membuat tubuhku kurus, belum lagi sakit yang tak kunjung sembuh. Kulitku jadi gelap akibat terpanggang dibawah matahari--meski menggunakan topi sekalipun. Berangkat gelap pulang gelap. Setidaknya aku pernah melakukan hal yang membanggakan buat diri sendiri.
Walaupun prestasi itu sungguh bergengsi dikalangan anak sekolah. Tentunya, perjuangan itu belum sebanding yang dilakukan Bung Karno dalam memperjuangkan Indonesia, sampai separuh hidupnya habis di penjara, pengasingan, bahkan nyawanya pun jadi taruhan asal Indonesia Merdeka!!!
Sekarang dibelahan negeri Indonesia sedang merayakan Kemerdekaan. Bendera merahputih berkibar menghiasai ditiap tiang-tiangnya, sebelum nanti sore akan diturunkan kembali dan dimasukan ke dalam kotak.
Semoga kemerdekaan kali ini tidak hanya dirayakan satu hari saja, tapi bisa dirasakan dimana saja kita berada.
Terima Bung Karno, terimakasih Bung Hatta dan terimakasih para pejuang atas segala keringat kalian untuk kemerdekaan Indonesia. []
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2016